Tegur Keras Menag Libatkan TNI

Tegur Keras Menag Libatkan TNI

Tegur Keras Menag Libatkan TNI

Tegur Keras Menag Libatkan TNI – Komisi VIII DPR RI mengkritik keras soal pelibatan TNI dalam program peningkatan kerukunan umat beragama Kementerian Agama (Kemenag). Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pun memberikan penjelasan.

Kritik itu mengemuka dalam rapat kerja Komisi VIII dengan Kemenag, Selasa. Fachrul menjelaskan pihaknya bukan melibatkan TNI, tetapi hanya mencari informasi untuk program keagamaan di Papua.

“Itu dimulainya, memang kami niatkan banyak memperhatikan masalah pembinaan rumah ibadah dan sekolah-sekolah ibadah di Papua. Untuk itu kami mengundang teman-teman polisi dan tentara yang tugas di sana untuk melihat apa-apa yang perlu diwaspadai. Pertama kami undang teman polisi, kemudian kami undang teman dari TNI, kebetulan orang itu memang baru saja selesai tugas di Papua, sekarang dia Waaster,” jelas Fachrul.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB Maman Imanulhaq mengkritik keras rencana Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi melibatkan TNI dalam upaya meningkatkan kerukunan umat beragama.

Maman mengatakan fraksinya menolak rencana Fachrul tersebut. Dia mengkhawatirkan rencana ini malah akan menabrak hak asasi manusia (HAM) dan semangat reformasi.

“Sebetulnya sama sekali tidak ada niat kita untuk melibatkan TNI. Hanya waktu itu kami minta masukan begitu,” tegasnya.

Sebelumnya, kritik keras soal pelibatan TNI di progam peningkatan kerukunan umat beragama Kemenag datang dari anggota Komisi VIII DPR F-PKB Maman Imanulhaq. Menurut Maman, Kemenag tidak perlu melibatkan TNI dan lebih mengerahkan satuan kerja di tingkat bawah, seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan penyuluh.

“Yang harus dilakukan Kemenag bukan pendekatan keamanan, tapi pendekatan biologis. Bapak punya satker ke bawah paling menyentuh, dari semua kementerian, Kemenag itu paling bagus. KUA, penyuluh, dan lain sebagainya, dan itu sudah berfungsi. Kalau itu diambil oleh tentara, maka yang terjadi adalah kerukunan semu, bukan kerukunan yang substansional,” ujar Maman, dalam rapat dengan Kemenag, Selasa.

“Tentang pelibatan TNI dalam menjaga kerukunan umat beragama, kami menolak keras karena itu bertentangan dengan prinsip demokrasi, human rights atau HAM, agenda reformasi sektor keamanan, serta Undang-undang TNI,” kata Maman dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Maman menilai Kemenag tak perlu melibatkan TNI dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Sebab Kemenag punya struktur hingga ke daerah yang cukup baik lewat penyuluh kerukunan umat beragama.

Maman juga menyebut Kemenag telah berkiprah baik dengan melibatkan pemuka agama beberapa waktu belakangan. Ia khawatir upaya baik ini menjadi sia-sia saat melibatkan tentara dalam tugas menjaga kerukunan.

“Kalau itu diambil oleh tentara, maka yang terjadi adalah kerukunan semu, bukan kerukunan yang substansional. Ini adalah kegaduhan yang tidak perlu dilakukan Kemenag,” tuturnya.

Di saat yang sama, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta Fachrul untuk mengkaji ulang rencana yang mulai memicu penolakan di publik itu.

“Betul, Pak Menteri. Kalau tentara terlibat, nanti Pak Menteri lagi yang dituduh, Pak, karena jenderal bintang empat jadi Menteri Agama. Seolah-olah dwifungsi ABRI mau dikembalikan, jangan sampai,” tutur Yandri.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi bertemu dengan Wakaster KSAD Brigjen TNI Sugiyono di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa. Mereka membicarakan kerja sama program peningkatan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto sepakat dengan pernyataan Maman. Menurutnya, Menag Fachrul sebagai purnawirawan TNI bisa disalahkan jika TNI dilibatkan di program Kementerian Agama.

“Itu betul, Pak Menteri. Kalau tentara terlibat, nanti Pak Menteri lagi yang dituduh, Pak, karena jenderal bintang 4 jadi Menteri Agama. Seolah-olah dwifungsi ABRI mau dikembalikan, gitu Pak Kiai (Maman) ya. Nah, jangan sampai,” ujar Yandri.

Fachrul menyampaikan Kemenag menggandeng TNI AD dalam upaya meningkatkan kerukunan antarumat beragama. Namun Fachrul tak merinci bentuk kerja sama yang dilakukan Kemenag dengan TNI AD.

“Kementerian Agama bersama TNI AD membahas sinergi program peningkatan kerukunan umat beragama,” kata mantan Wakil Panglima TNI itu.