Skema Ponzi Investasi Bodong yang Rugikan Banyak Investor

Skema Ponzi Investasi Bodong yang Rugikan Banyak Investor – Madoff meninggal di penjara saat sedang menjalani hukuman 150 tahun penjara yang dijatuhkan padanya akibat melakukan penipuan skema Ponzi terbesar di dunia. Madoff mengaku bersalah karena telah melakukan skema penipuan tersebut pada 2009.

Skema PONZI: Akar Utama Penipuan Bisnis/Investasi | HowMoneyIndonesia.com

Menurut wightmethodists.org penyelidik, penipuan yang dimulai pada awal 1970-an itu memakan korban sebanyak 37 ribu orang di 136 negara dan berlangsung selama empat dekade. Madoff ditangkap pada 11 Desember 2008 setelah kedua putranya menyerahkannya. Berikut adalah penjelasan mengenai penipuan skema Ponzi, yang berbahaya bagi investor.

1. Apa itu skema Ponzi?

Merangkum dari https://togel88online.com/ Skema Ponzi adalah penipuan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian tinggi dengan sedikit risiko bagi investor. Skema Ponzi adalah penipuan investasi yang menghasilkan keuntungan bagi investor sebelumnya dengan uang yang diambil dari investor baru.

2. Asal usul skema Ponzi

Istilah “Skema Ponzi” diciptakan setelah penipu bernama Charles Ponzi pada tahun 1919. Namun, contoh tercatat pertama dari penipuan investasi semacam ini terjadi di akhir 1800-an, dan dilakukan oleh Adele Spitzeder di Jerman dan Sarah Howe di Amerika Serikat.

Metode yang dikenal sebagai Skema Ponzi ini juga dijelaskan dalam dua novel terpisah yang ditulis oleh Charles Dickens, Martin Chuzzlewit, yang diterbitkan pada 1844 dan Little Dorrit pada 1857.

Skema asli Charles Ponzi pada tahun 1919 difokuskan pada Layanan Pos AS. Layanan pos, pada saat itu, telah mengembangkan kupon balasan internasional. Yang memungkinkan pengirim untuk membeli perangko dan memasukkannya ke dalam korespondensi mereka. Penerima akan membawa kupon tersebut ke kantor pos setempat dan menukarnya dengan prangko pos udara prioritas yang diperlukan untuk mengirim balasan.

3. Karakteristik skema Ponzi

Di bawah nama perusahaannya, Securities Exchange Company. Ia menjanjikan pengembalian 50 persen dalam 45 hari atau 100 persen dalam 90 hari. Karena keberhasilannya dalam skema perangko, investor langsung tertarik. Alih-alih menginvestasikan uangnya. Ponzi hanya mendistribusikannya kembali dan memberi tahu investor bahwa mereka mendapat untung.

Skema ini berlangsung hingga Agustus 1920 ketika The Boston Post mulai menyelidiki Securities Exchange Company. Sebagai hasil dari penyelidikan surat kabar tersebut, Ponzi ditangkap oleh otoritas federal pada 12 Agustus 1920, dan didakwa dengan beberapa tuduhan penipuan surat.