Sektor Pariwisata, Turis Asing Diprediksi Masih Akan Sepi Saat New Normal

Sektor Pariwisata, Turis Asing Diprediksi Masik Akan Sepi Saat New Normal

Sektor Pariwisata

Sektor Pariwisata – Tim Asistensi Menteri Koordinator Perekonomian, Raden Pardede, memprediksikan kehadiran turis asing di sektor pariwisata masih akan belum ramai dalam kondisi penerapan New Normal.

Baca juga : Sektor Perikanan, Indonesia Berhasil Ekspor Ikan ke Hongkong

“Jadi dugaan saya turis asing ini agak sulit kita harapkan kembali ke new normal kecuali nanti setelah vaksin ditemukan. Mungkin di 2022, itupun kita gak tau,” kata dia.

Dia mengatakan untuk menyiasati live22 apk kekosongan daripada kehadiran turis asing, pemerintah bisa mengandalkan turis lokal. Sebab, jika 70 persen sektor pariwisata bisa diisi oleh turis lokal saja, maka sudah cukup baik buat menopang industri tersebut.

Baca juga : Penyebab Cadangan Devisa RI Naik Jadi 130,5 Miliar Dollar AS

“Turis lokal akan lebih mudah. Jadi mungkin turis lokal yang gantikan turis asing. Jadi menurut saya, yang jadi sasaran pertama adalah turis lokal. Asing nanti jangkauannya menengah panjang,” kata dia.

Industri Pawisata

Sebelumnya, industri pariwisata di Bali menargetkan bisa menjaring wisatawan dari negara-negara terdekat seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam saat normal baru atau new normal diterapkan. Langkah itu dilakukan setelah Bali dinyatakan siap dibuka untuk pasar internasional.

Baca juga : Mulai Buka 15 Juni 2020 Pasar Tanah Abang Kembali Beroperasional

Sekretaris Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Putu Winastra mengatakan, Untuk segmentasi pasar, I Putu Winastra mengatakan negara-negara terdekat seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam bisa menjadi andalan untuk menunjang pariwisata Bali saat nanti dibuka untuk pasar internasional.

Saat ini industri dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kenormalan baru pariwisata dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Baca juga : Ekonomi Indonesia Akan Normal Kembali di Tahun 2022

“Protokol tersebut akan diterapkan pada setiap sektor pariwisata antara lain transportasi, akomodasi, restoran, dan seluruh objek pariwisata,” kata dia.

Untuk awal kita memang akan fokus ke pasar domestik, namun ketika pasar internasional telah dibuka kita mengharapkan wisatawan dari negara-negara terdekat seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam,” kata dia kata di Jakarta, Minggu (7/6).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *