Saham Starbuck dan McDonald’s Terkapar Dihantam Corona

Saham Starbuck dan McDonald's Terkapar Dihantam Corona

Sejumlah Saham yang Terpuruk

Saham Starbuck dan McDonald’s Terkapar – Starbuck (SBUX) saat ini dilaporkan menjadi perusahaan paling terdampak oleh wabah virus COVID-19 yang bermula dari Wuhan, China. Kemudian Wabah ini juga memberikan dampak pada perusahaan makanan cepat saji seperti McDonald’s.

Baca juga : Bila PSBB Lanjut, Sri Mulyani: Ekonomi Minus 0,4 Persen

Saham Starbucks diketahui turun 3 persen menjadi USD 89,25. Sementara saham McDonald’s merosot hampir 1 persen menjadi USD 209,24.

Kondisi ini diungkapkan Analis dari Guggenheim Securities. Analis Matthew DiFrisco mengatakan dalam sebuah catatan kepada para investor, jika masih terdapat risiko terganggunya pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang di perusahaan tersebut.

Hal ini dikarenakan pengembangan toko baru terhambat imbas dari penyebaran virus ini.

“Kami mengantisipasi pembatasan perjalanan dan meningkatnya kesadaran terkait dengan virus corona yang akan mengganggu perilaku konsumen dalam waktu dekat dan berdampak buruk pada permintaan konsumen, termasuk pengeluaran restoran di wilayah tersebut,” ujar dia dalam catatannya.

China Berikan Kontribusi Oerrtumbuhan Global

China mengonfirmasi 81 kematian dan lebih dari 2.800 kasus virus corona. Pemerintah China juga memperingatkan bahwa masa inkubasi virus ini bisa selama 14 hari. Kondisi yang mempersulit upaya untuk menyaring dan mendeteksi masyarakat yang mungkin berpotensi membawa virus.

“China merupakan salah satu wilayah yang memberikan kontribusi pertumbuhan tinggi bagi pertumbuhan pendapatan global dalam jangka panjang dan juga untuk perusahaan tersebut,” kata DiFrisco.

Seharusnya, menurut dia, perayaan Tahun Baru China yang berlangsung dari 25 Januari hingga 8 Februari tahun ini, secara historis menjadi momen kenaikan permintaan konsumen. “Namun untuk tahun ini permintaan konsumen terbilang menurun,” jelas dia.

DiFrisco memperkirakan kondisi ini tidak akan berubah, namun ini semua bergantung pada manajemen perusahaan berkaitan dengan pendapatan dan lainnya.

Starbucks dan McDonald’s dijadwalkan melaporkan pendapatan pada pekan ini.

Langkah Antisipasi

Starbucks sebelumnya telah menutup semua toko dan menangguhkan layanan pengiriman di provinsi Hubei China saat liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu, menurut Reuters.

Situs web Starbucks China melaporkan. Perusahaan yang berbasis di Seattle ini mengoperasikan sekitar 4.275 toko di 168 kota di daratan China dengan lebih dari 57.000 karyawan.

Sementara McDonald’s, yang juga telah menutup gerai di China, memiliki sekitar 3.300 unit di berbagai lokasi.

Secara terpisah, perusahaan global termasuk Honda dan Groupe PSA mengevakuasi pekerja dari daerah-daerah China. Paling terpukul wabah virus mematikan tersebut, seperti Bloomberg melaporkan.

Sementara Nissan berencana untuk mengevakuasi sebagian besar ekspatriat dan anggota keluarganya dari Wuhan menggunakan pesawat carteran yang dikirim pemerintah Jepang.

Sumber : merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *