Penganiayaan Agama Paling Mengerikan Di Dunia

Penganiayaan Agama Paling Mengerikan Di Dunia

Penganiayaan Karena Agama yang Sangat Mengerikan Di Dunia

Penganiayaan Agama Paling Mengerikan Di Dunia – Perbedaan agama dan keyakinan sudah biasa di sebagian besar negara di bumi ini. Salah satu penyaru perbedaan tersebut. Dengan kehadiran membebaskan beragama, maka kerukunan setiap manusia akan tercipta. Namun demikian, dimengerti akan diperbarui beragama tidak dipahami atau hilang karena nafsu.

Hilangnya edisi ini menyebabkan beberapa acara yang mengenaskan. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan penganiayaan terhadap kaum tertentu. Inilah berbagai penganiayaan yang terjadi karena agama yang menghabiskan banyak korban

1. Peristiwa Talangsari

Peristiwa talangsari ini merupakan peristiwa yang sangat mengenaskan di sejarah Indonesia. Insiden ini terjadi pada tanggal 7 Februari tahun 1980. Peristiwa ini terjadi di Dusun Talangsari III, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. Peristiwa pembantaian ini terjadi antara kelompok Warsidi dengan aparat keamanan.

Mulanya peristiwa ini terjadi lantaran tokoh yang bernama Warsidi yang dibuat imam oleh Nurhidayat bersama teman-teman. Nurhidayat pernah tergabung dalam DI-TII (Darul Islam – Tentara Islam Indonesia). Serangan bermula sebuah surat yang dikirim tertanggal 1 Februari 1989 yang menyatakan bahwa dukuh Talangsari ada orang-orang yang melakukan kegiatan memenangkanakan.

Surat tersebut sudah di terima oleh Komandan Koramil (Danramil) Way JePara, Kapten Soetiman. Menghubungkan terjadilah penyerangan dari aparat terhadap kelompok Talangsari. Awalnya, Kapten hanya ingin memastikan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok Warsidi. Namun, datangnya Kapten Soetiman dan aparat lainnya yang dipindahkan dengan panah yang meluncur kearah kapten dan aparat.

Mereka juga melakukan perlawanan dengan golok. Atas serangan dan penyerbuan antara pihak otoritas dan kelompok Warsidi menyebabkan kematiannya Kapten Soetiman. Korban juga berjatuhan dari kedua belah pihak. Sebanyak 27 orang tewas dari kelompok Warsidi. Akhirnya, hanya ada 23 dari 73 orang dari kelompok Warsidi yang sampai di pengadilan.

2. Peristiwa Banias di Suriah

Peristiwa Banias ini terjadi pada tanggal 3 Mei 2013 di Suriah. Penganiayaan terhadap muslim sunni ini dilakukan oleh rezim syi’ah. Kejadian naas ini bertempat di Pesisir pantai Banias. Penganiayaan dan pembantaian ini dilakukan oleh rezim syi’ah dengan tujuan mengamankan kaum sunni di Suriah.

Sementara Presiden Bashar Al-Assad yang dikenal diktator memihak kepada mayoritas syi’ah Alawit dan kelompok syi’ah lain. Pasukan syi’ah menyerang kaum sunni dengan menghancurkan rumah-rumah kaum sunni tersebut. Penyerangan yang berlangsung di sepanjang Pesisir Banias ini menewaskan 145 kaum muslim sunni. Namun mayat yang ditemukan hanya ada 34 anak disimpan di bawah 16 tahun, termasuk bayi, dan 40 perempuan.

Sehari sebelumnya, penyerangan telah terjadi di desa sunni yaitu Bayda yang terletak di selatan Banias. Dalam penyerang di desa tersebut juga dibutuhkan 51 muslim sunni.

3. Pembantaian Ahmadiyah di Banten

Penyerbuan terhadap penganut ahmadiyah ini terjadi pada tanggal 6 Februari tahun 2011 yang menjadi sejarah di Indonesia. Peristiwa ini terjadi di Cikeusik, Banten. Kejadian naas terhadap penganut ahmadiyah ini sudah berulang kali terjadi. Hal ini bermula saat MUI menyatakan bahwa aliran ahmadiyah tersebut sesat.

Rumah jemaat Ahmadiyah diserang oleh massa. Tak sedikit dari mereka yang jatuh karena di golok. Beberapa dari mereka juga di sayat dan di pukul. Akibat peristiwa naas itu 3 warga Ahmadiyah tewas. Selain itu, 6 warga lainnya juga membutuhkan luka berat.

 4. Pembantaian Syi’ah di Sampang, Madura

Penyerangan hebat yang terjadi di antara jemaat Syiah dan Sunni di Desa Karang Gayam, Sampang, Madura meletus pada Maret 2011. Menghasilkan bermula dari perdebatan keluarga antara Kyai Muluk Makmun dengan adik kandungnya sendiri yaitu Kyai Rois. Mereka dulunya menganut aliran yang sama yaitu syi’ah. Namun, konflik di dalam keluarga yang memanas diselesaikan perpecahan saudara.

Kyai Rois yang akhirnya pindah ke Sunni membeberkan tentang keyakinan yang dianut oleh kyai Muluk Makmun dan petani. Tak hanya itu, ia juga membeberkan ibadah pelaksananan yang dilakukan oleh kelompok penganut syi’ah. Pertikaian ini merambat hingga ke massa.

Berulangkali terjadi penyerangan massa terhadap kelompok syi’ah di Sampang. Penyerangan berdarah tersebut dilakukan oleh sekitar 500 orang. Mereka menyerang dengan menggunakan clurit, pedang, pentungan dan memenangkan bom Molotov.

Selain itu, kedua pihak juga saling bertarung dengan melakukan pertahanan, melawan dan meneror. Akibat kecelakaan ini banyak korban berjatuhan. Lebih dari 94.000 orang yang meninggal akibat pertempuran hebat yang terjadi di Madura tersebut.

Dengan kejadian dan peristiwa yang terjadi tersebut, selayaknya kita bisa mengambil pelajaran untuk meredam nafsu dan amarah. Agama adalah hal yang sensitif. Keyakinan adalah hak setiap indvidu. Mereka tidak dapat berpartisipasi untuk mengikuti apa yang kita yakini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *