Kreasi Kerajinan Ecoprint Kulit di Malang

Kreasi Kerajinan Ecoprint Kulit di Malang

Kreasi Kerajinan Ecoprint Kulit di Malang

Kreasi Kerajinan Ecoprint Kulit di Malang, – Mempercantik rumah bagi kaum ibu tergolong aktivitas yang menyenangkan. Hiasan dinding bisa jadi cara memperindah tampilan rumah.

Apa Anda sedang hunting hiasan? Pilihan hiasan dinding dengan teknik paper quiling buatan ibu rumah tangga di Malang barangkali bisa jadi referensi.

Teknik pewarnaan dalam industri fashion kini kian beragam. Tak hanya dengan mesin, beberapa cara pewarnaan baru kini mulai bermunculan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kota Malang bernama Meilina (46). Ia adalah perajin kulit dengan teknik pewarnaan membuat ecoprint. Ecoprint sendiri merupakan sebuah teknik membuat warna dan motif pada kain dengan menempel daun dan bunga pada kain atau kulit.

Melansir https://slotpragmatic.asia/, Sudah hampir dua tahun, Meilina menggeluti bidang kerajina ecoprint kulit tersebut. Banyak tantangan serta halangan tak membuatnya menyerah. Kini produk hasil kerajinan ecoprint kulit miliknya mendapat respons positif dan sangat diminati masyarakat.

Meilina dulu adalah seorang perajin batik

Meilina pun menceritakan awal dirinya bisa menggeluti usaha kerajinan ecoprint kulit tersebut. Ia menjelaskan bahwa dulu ia merupakan perajin batik. Lalu ia mencoba melakukan inovasi dengan menggunakan ecoprint pada kain. Hasilnya cukup bagus.

Berikutnya, Meilina melihat video yang menunjukkan bahwa ecoprint juga bisa dicetak di kulit, ia pun mencobanya.

“Sebelum ke kulit awalnya saya ini pengrajin batik. Kebetulan juga saya suka pewarna alam. Lalu saya iseng cari bahan dan membuat ecoprint pada kulit. Ternyata ada pengusaha sepatu asal Sidoarjo yang tertarik dengan ecoprint kulit buatan saya,” terangnya, Sabtu.

Proses pembuatan ecoprint cukup mudah

Meilina kemudian menjelaskan proses untuk membuat ecoprint pada kulit. Sebelum dijadikan bahan untuk ecoprint, kulit terlebih dahulu direndam dengan cairan khusus selama beberapa waktu. Setelah itu, kulit ditempeli pewarna alami ecoprint mulai bunga, daun, ranting dan beberapa bahan lain. Setelah itu, kulit ditutup dengan potongan plastik dan kemudian digulung. Lalu, gulungan kulit tersebut diikat untuk kemudian dikukus.

“Kalau kulit, proses pengukusan ini harus benar-benar dijaga agar bisa menghasilkan warna yang baik. Terutama untuk apinya agar tidak terlalu besar dan bisa mengukus secara merata,” sambungnya.