Kimia Farma Sepi Pengunjung Sejak Pandemi

Kimia Farma Sepi Pengunjung Sejak Pandemi

Kimia Farma Sepi Pengunjung Sejak Pandemi

Kimia Farma Sepi Pengunjung Sejak Pandemi, – Industri farmasi ikut merasakan dampak pandemi Covid-19 seperti halnya sektor yang lain. Hal tersebut tercermin dari kinerja sejumlah perusahaan farmasi, termasuk holding BUMN farmasi yang mengalami penurunan signifikan pada tahun ini.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Abra Talattov mengatakan kinerja mayoritas BUMN farmasi tertekan lantaran turunnya permintaan produksi obat-obatan dan farmasi. Hal ini juga disebabkan karena menurunnya tingkat keterisian rumah sakit oleh pasien noncovid-19.

“Selama pandemi, orang cenderung tidak pergi ke rumah sakit untuk menghindari penularan. Ketika keterisian rumah sakit menurun, otomatis permintaan terhadap produk farmasi juga berkurang, terutama dari pasien rawat inap,” kata Abra saat dihubungi http://ratutogel.com/, Senin.

Sebagai informasi, kinerja PT Phapros Tbk merosot sepanjang semester pertama tahun ini. Pendapatan anak usaha PT Kimia Farma Tbk ini turun 17,78 persen menjadi Rp 453,92 miliar per Semester I 2020.

Asumsi bahwa seluruh sektor farmasi mendapat angin segar saat pandemik COVID-19 dibantah Kimia Farma. General Manager Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Wisnu Sucahyo, mengatakan terjadi penurunan permintaan (obat) dari rumah sakit akibat pandemik COVID-19.

Menurutnya, hal ini terjadi karena penurunan kunjungan pasien ke rumah sakit yang tercermin dari bed occupancy rate (BOR) yang turun. “Penurunannya (BOR) Rumah Sakit hingga 54 persen,” kata dia Kamis.

Terjadi penurunan jumlah pengunjung ke gerai ritel Kimia Farma

Tak hanya itu, Kimia Farma juga mencatatkan penurunan jumlah kunjungan pelanggan ke gerai ritel hingga 11 persen. “Dan danya pembatasan kunjungan untuk marketing kami untuk berkunjung di rumah sakit di outlet-outlet kami sangat berdampak Semuanya,” jelasnya.

Berikut strategi Kimia Farma untuk bangkit

Tidak ingin terus terpuruk, Kimia Farma pun melakukan berbagai upaya untuk bertahan di tengah pandemik COVID-19, di antaranya dengan mengoptimalisasikan penjualan secara online.

“Ini untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan produk kesehatan melalui aplikasi Kimia Farma Mobile,” ujarnya.

Dokter Kimia Farma tidak dapat praktek

Sementara itu, dokter-dokter yang ada di klinik maupun apotek Kimia Farma sempat tidak dapat melakukan praktek. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan pasien selama pandemik.

“Dokter di in house pun di klinik kami maupun di Kimia Farma apotek, tidak bisa praktek di tempat itu pada saat itu. Tapi kita memiliki upaya yang coba dilakukan perseroan dengan banyaknya peluang yang kita optimalkan untuk menyerap potensi yang ada pada pandemik ini,” jelasnya.