Keras! Dolar AS Akhirnya Hantam Rupiah ke Rp 15.200

Keras! Dolar AS Akhirnya Hantam Rupiah ke Rp 15.200

Keras! Dolar AS Akhirnya Hantam Rupiah ke Rp 15.200

Keras! Dolar AS Akhirnya Hantam Rupiah ke Rp 15.200 – nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupee kemudian menyentuh level ini sebesar Rp 15.200. Angka ini meningkat 300 poin atau 2% sampai saat ini tercatat.
Dengan cara yang sama, data perdagangan dikutip Reuters, Selasa (17/03/2020). Sampai pukul 14.40 WIB, dollar tidak berubah di level Rp 14.940 untuk 15.200.

Pagi ini, dolar AS sedang tercatat sebesar Rp 15.010.

Mengutip data dari RTI, posisi USD 15.200 adalah posisi tertinggi sejak Oktober 2018. Saat itu, dollar sempat menyentuh level Rp 15.307.

Seperti sore ini, nilai tukar dolar data RTI diperoleh 200 poin atau 1,34%. Nilai dolar terhadap rupiah sebesar Rp 15.125.

Dolar AS adalah rupee paling kuat selama menekan, yen Jepang dan won Korea Selatan. Sebaliknya lebih kuat ditekan oleh rupee India, dolar Kanada dan dolar Hong Kong.

Sementara rupee sore ini ia bermain lebih baik terhadap semua mata uang. Rupee lebih kuat ditekan oleh rupee India, dolar Hong Kong dan dolar Kanada.

Harga Gabungan (IHSG) ditutup sore ini di zona merah. IHSG terkoreksi ke 195 poin (4,1%) ke level 4.494.
Sementara nilai tukar dolar (U) sore ini melawan rupiah menguat ke Rp 15.043.

Pembukaan perdagangan Selasa (2020/03/17), IHSG mengalami penurunan 61 poin (1,3%) pada tingkat 4,629. Indeks LQ45 turun 14 poin (1,9%) ke 717.

BACA JUGA : Sri Mulyani Siapkan Rp 1 Triliun ke Kemenkes untuk Tangani Corona

Hingga sesi pertama berakhir, indeks saham turun 195 poin (4,1%) ke level 4.494. Sementara itu, indeks LQ45 turun 38 poin (5,3%) ke level 693.

Dalam operasi semalam (03.16) Saham Wall Street ditutup untuk kompak rendah juga signifikan, memimpin Dow melemah oleh 12,93%, diikuti oleh Nasdaq dan S & P 500 berkurang 12: 32% dan 11,98%.

Pelemahan terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan di luar jadwal pertemuan bulanan biasanya, termasuk bunga potong dari Fed kembali ke 100 basis poin (bp) ke level 0 25%.

Penurunan suku bunga adalah langkah-langkah stimulus dari The Fed untuk mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi global dalam kecepatan wabah virus corona, tetapi pasar menilai langkah yang diambil oleh Federal Reserve terlalu agresif, sehingga hipotesis bahwa peristiwa ini akan memperburuk dalam waktu dekat.