Kebutuhan Sepeda Melejit hingga 9 Juta Unit

Kebutuhan Sepeda Melejit hingga 9 Juta Unit

Kebutuhan Sepeda Melejit hingga 9 Juta Unit

Kebutuhan Sepeda Melejit hingga 9 Juta Unit – Aktivitas bersepeda atau gowes kini tengah digandrungi masyarakat, terutama sejak diterapkannya kebiasaan baru setelah berbulan-bulan berdiam diri di rumah akibat pandemi corona (Covid-19).

Di Kota Padang Sumatera Barat, gowes juga sedang diminati banyak orang, pada pagi atau sore hingga malam hari, peseda banyak dijumpai di jalanan Kota Padang.

Ada yang gowes sendiri dan ada pula yang bergerombolan, mungkin denga rekan kerja atau komunitas. Tren gowes seperti jamur yang terus bertumbuhan, semakin hari semakin banyak.

Namun, karena harga sepeda yang cukup merogoh kocek, maka tak semua orang bisa membeli sepeda. Melirik peluang tersebut, seorang anak muda di Kota Padang pun memulai usaha rental sepedanya.

Pandemik COVID-19 memberi berkah bagi industri sepeda. Selama masa tersebut, kebutuhan sepeda meningkat signifikan seiring banyaknya permintaan dari masyarakat.

“Kebutuhan sepeda di dalam negeri melonjak signifikan di masa pandemi COVID-19, dengan mencapai lebih dari 8-9 juta unit, baik untuk sepeda dewasa maupun anak-anak,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sabtu.

Kebutuhan yang meningkat bisa menjadi peluang industri sepeda

Agus mengatakan tingginya permintaan di pasar harus ditangkap oleh industri sepeda sebagai peluang yang besar. Sehingga, industri sepeda nasional bisa menggenjot produksinya.

“Kita melihat tren pembelian sepeda oleh masyarakat semakin besar, ini menjadi momentum yang sangat tepat bagi pabrikan untuk meraih pasar tersebut dengan menambah produksi,” ucapnya.

Menperin Agus didampingi Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Doddy Rahadi mengunjungi pabrik sepeda PT Terang Dunia Internusa (United Bike) di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

“Dari hasil kunjungan tersebut, kami melihat hal yang membanggakan, bahwa ada industri sepeda di dalam negeri yang telah memproduksi sepeda dan mengisi kebutuhan pasar nasional sejak 50 tahun yang lalu,” tuturnya.

Produk industri sepeda dalam negeri diminati pasar Eropa

Mantan Menteri Sosial ini memberikan apresiasi kepada PT Terang Dunia Internusa yang bakal meningkatkan kebutuhan komponen sepeda di dalam negeri. “Untuk sepeda kelas ekonomi, hampir semua komponen itu bisa diproduksi dari pabrik ini sendiri,” ujarnya.

Bahkan, pabrikan sepeda United itu telah melakukan kegiatan ekspor, di mana beberapa produknya diminati oleh konsumen di Jerman. “Artinya, industri kita mendapat kepercayaan tinggi di pasar Uni Eropa, yang kita ketahui mereka punya standar relatif tinggi,” imbuhnya.

TKDN sepeda dalam negeri capai 50-60 persen

Hingga saat ini, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk sepeda produksi industri nasional, telah mencapai 50-60 persen. Agus mendorong sektor manufaktur pendukung, seperti industri besi dan baja dapat memasok kebutuhan bahan baku bagi produsen sepeda di Tanah Air.

“Apabila salah satu komponen seperti gear sepeda bisa diproduksi dari dalam negeri, akan menambah 10 persen dari TKDN,” ujarnya.