Kasus Tersebarnya Identitas Pasien Corona

Kasus Tersebarnya Identitas Pasien Corona

Kasus Tersebarnya Identitas Pasien Corona

Sejalan merebaknya virus corona, ada beberapa kasus data pasien beredar di media sosial, baik dalam bentuk hasil pemeriksaan ataupun surat rujukan. Data-data pasien corona tersebar dengan tambahan informasi yang tidak valid. Dampaknya, masyarakat terutama yang berada di daerah bersangkutan menjadi panik.

Bahkan ada pasien yang sampai dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Penting untuk diketahui, menyebarkan foto hasil pemeriksaan di media sosial adalah sebuah pelanggaran. Warga Kupang dihebohkan dengan beredarnya foto rontgen seorang pasien dalam pemantauan (PDP) yang disebut positif virus corona.

Dilihat juga : Virus Corona COVID-19

Hasil rontgen pada seorang PDP wanita itu lengkap dengan kop RSUD SK Lerik Kota Kupang dan tanda tangan dokter dan petugas. Direktur RSUD SK Lerik Kota Kupang Marsiana Y Halek mengatakan hasil rontgen belum bisa menunjukkan status positif corona.

“Bahwa tidak benar berita yang beredar saat ini yang menyatakan pasien sudah positif Covid-19, karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Marsiana melalui surat konfirmasi yang diterima Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Pihak rumah sakit akan menelusuri bagaimana hasil pemeriksaan itu bisa beredar di media sosial. Marsiana mengimbau kepada masyarakat agar bijak bermedia sosial dan mempercayai sumber-sumber terpercaya.

Menurutnya, sumber informasi yang valid hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur melalui Satgas Covid-19.

viral Warga Padang Sidempuan, Z, merasakan akibat dari surat rujukan rumah sakit yang tersebar di media sosial. Pasien Corona yang masih dalam tahap pemeriksaan ini identitasnya terlanjur viral sebagai pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19. dia pun merasa dikucilkan oleh tetangga dan lingkungan sekitarnya.

Padahal surat rujukan tersebut sama sekali tidak bisa menjadi dasar penetapan jika dirinya positif corona.

Apalagi Z akhirnya dinyatakan negatif setelah melalui berbagai pemeriksaan. Dia pun menuntut adanya permintaan maaf atas beredarnya surat rujukan itu.

Sumber : Regional.Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *