Jokowi Mau Masyarakat Keluar Rumah dan Aman Berbelanja

Jokowi Mau Masyarakat Keluar Rumah dan Aman Berbelanja

Jokowi Mau Masyarakat Keluar Rumah dan Aman Berbelanja

Jokowi Mau Masyarakat Keluar Rumah dan Aman Berbelanja, – Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta pemerintah untuk bekerja keras untuk membangkitkan perekonomian setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen pada kuartal kedua. Jika pada kuartal ketiga, ekonomi Indonesia kembali minus maka dipastikan Indonesia masuk ke jurang resesi.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap berpesan bahwa faktor kesehatan merupakan kunci utama agar perekonomian nasional bisa segera pulih di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Presiden selalu tekankan bahwa prioritas utamanya adalah sektor kesehatan. Akan sulit ekonomi kita bangkit. Apabila sektor kesehatan tidak tertata dengan baik dan kembali ke normal meski normalnya adalah normal baru,” kata BGS dalam sesi teleconference, Jumat.

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Jokowi tidak bosan mengingatkan Komite Penanganan COVID-19. Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan COVID-19 untuk waspada terkait masalah krisis.

“Krisis kali ini dimulai, mulai dari kesehatan. Itu sebabnya tema yang beliau berikan kepada Pak Erick dan Pak Airlangga ialah kesehatan pulih ekonomi bangkit,” kata Budi melalui virtual, Jumat.

Masyarakat menengah atas diharapkan mau keluar rumah

Budi menambahkan, Presiden Jokowi berharap dengan adanya perbaikan dan keamanan pada sistem kesehatan maka masyarakat menengah atas diharapkan mau ke luar rumah, melakukan kontak fisik sehingga roda perekonomian kembali berputar.

“Di mata kami, selama ini rasa aman belum terbentuk. Selama masyarakat kota belum mau kontak fisik dan keluar maka selama itu pula ekonomi kita akan terhambat,” ujarnya.

Presiden meminta terapkan adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan

Untuk itu, lanjut Budi, Presiden meminta adaptasi kebiasaan baru diterapkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Nah sambil menunggu rasa aman pulih, kami di sektor ekonomi harus bantu. Itu sebabnya kami keluarkan program subsidi langsung, bantuan langsung, padat karya dan UMKM,” katanya.

Presiden minta Komite Penanganan COVID-19 dan PEN fokus perbaiki sistem kesehatan

Oleh sebab itu, menurutnya, Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan COVID-19 akan terus memperbaiki sistem kesehatan agar jumlah kasus COVID-19 dapat turun.

Sebab, menurut dia, yang membuat ekonomi terpuruk ialah kenyataan bahwa masyarakat menengah atas tidak berbelanja karena khawatir untuk berbelanja. Padahal, 60 persen penopang pertumbuhan ekonomi ialah consumer spending.

“Nah, Presiden saat terakhir kami dipanggil tekanan harus benar-benar perhatikan golongan ini. Mereka rasa khawatirnya tinggi, ini harus di ubah jadi rasa aman,” ujar Budi.