Jeritan Pedagang Pasar Cipadu di Tengah Pandemik COVID-19

Jeritan Pedagang Pasar Cipadu di Tengah Pandemik COVID-19 – Suasana tak biasa begitu terasa di Pasar Cipadu, Tangerang. Pasar yang terkenal sebagai pusat tekstil ini nampak lebih tenang dibanding pada waktu normal.

Industri Tekstil Paling Terdampak Pandemi

Pasar Cipadu ini tidak sedang ‘sakit’, melainkan sedang berjuang melawan pandemik COVID-19. Menurut http://wightmethodists.org/ Para pedagang yang ada di pasar tersebut masih bertahan di tengah kondisi pandemik yang terjadi saat ini. Mereka harus tetap mencari nafkah meski situasi sedang tidak mendukung.

Wajar bila akhirnya pasar Cipadu menjadi begitu tenang. Bandingkan dengan waktu normal tanpa adanya pandemik COVID-19, pasar ini begitu padat bak lautan manusia. Kondisi itu nampaknya begitu dikenang oleh Asri, salah satu pengunjung yang ada di Pasar Cipadu.

1. Penjualan tekstil atau kain turun hingga 90 persen

Asri, bukan satu-satunya yang mengenang kondisi Pasar Cipadu saat sebelum pandemik. Kris, salah seorang pedagang di Pasar Cipadu, juga ikut mengenang masa-masa tersebut. Bagi Kris, penjualan di masa sebelum pandemik merupakan berkah yang dia dan rekan-rekan pedagang tekstil lainnya syukuri.

Sayang, pandemik COVID-19 kemudian mengubah kondisi tersebut 180 derajat. Kini, mendapatkan pelanggan bak mencari jarum di tumpukan jerami.

Menurutnya, https://116.193.190.241/ kesulitan tersebut merupakan imbas dari kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kebanyakan orang beli ngecer, total lumayan kalau lagi musim nikahan, wisuda gitu. Kalau sekarang saja susah, jadi pasti ngaruh banget ke penjualan,” ungkap pria yang sudah berjualan sejak 2005 ini.

2. Pilih ambil untung tipis

Kris juga mengatakan sekarang ini dirinya hanya mengambil untung tipis dari penjualannya. Ia menerima berapapun tawaran pembeli asal tidak masuk hitungan rugi.

“Kalau kita istilahnya pengelaris itu ya buat makan sehari-hari aja. Karena orang mikir buat perut, orang nawar berapapun asal lebih dikit kita kasih. Yang penting gak rugi,” kata Kris.

Sementara Ilham dengan empat orang karyawannya mengaku sekarang ini tidak bisa ambil untung banyak. Bahkan ia tidak mengurangi karyawannya meski penghasilannya turun.

“Meski susah jangan sampai karyawan dikurangi. Sama-sama senang dan sama-sama susah,” katanya.

3. Minim bantuan dari pemerintah untuk pedagang

Di tengah kondisi sulit saat ini, banyak pedagang yang mengungkapkan bahwa mereka tak mendapat bantuan dari pemerintah. Sekalinya ada, bantuan itu hanya berupa sembako dan diberikan sekali saja.

“Bantuan dari pemerintah gak dapat. Kalau yg duit-duit itu gak dapat. Cuma sekali dapat sembako,” kata Santoso.

Pedagang tekstil di Pasar Cipadu tidak berharap banyak pada kondisi seperti ini. Keempat pedagang yang diwawancara berharap pandemik COVID-19 bisa segera usai dan pegerakan masyarakat kembali normal.