Etika Masyarakat Seringkali Dilupakan Milenial

Etika Masyarakat Seringkali Dilupakan Milenial

Etika di Masyarakat yang Seringkali Dilupakan Milenial

Etika Masyarakat Seringkali Dilupakan Milenial – Sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan sosial, karena dengan menunjukkan sikap santun, seseorang dapat dihargai dan disenangi keberadaannya sebagai makhluk sosial di mana pun ia memijakkan kaki.

Sebagai makhluk sosial, siapa sih di antara kita yang tidak pernah bersosial dan bersinggungan dengan orang lain? Semua orang pasti berinteraksi baik dengan keluarga, teman, atau bahkan dengan orang asing sekalipun.

Dalam hal ini, sopan santun dapat memberikan banyak manfaat atau pengaruh yang baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sopan santun harus diterapkan oleh setiap umat manusia, sesuai dengan tuntutan lingkungan. Contohnya seperti di dalam lingkungan rumah atau keluarga, sekolah dan kampus, kantor, dan di mana saja.

Dalam bersosial tentu ada etika-etika yang harus dijaga. Apa saja sih? Nah, let’s check it out!

1. Selesaikan dulu kunyahan kita jika ingin berbicara, mengunyah makanan saat bicara bisa sangat mengganggu bagi sebagian orang

Mengunyah makanan akan menimbulkan suara-suara yang menggangu bagi sebagian orang, terlebih jika yang dimakan adalah makanan yang lembek dan basah. Berbicara sambil makan bisa jadi akan mengganggu orang lain. Gak mau kan kita sudah bicara susah-susah tapi orang justru terganggu dan salah fokus ke kunyahan kita?

2. Setelah makan-makan di restoran, jangan lupa tumpuk piringnya di tengah, ya

Tidak harus dengan uang tip yang muluk-muluk, cukup dengan menumpuk piring di tengah setelah selesai makan saja sudah sangat membantu bagi para pelayan di restoran. Ketika suasana restoran sedang sangat hectic, bantuan kita untuk memudahkan pelayan mengambil piring secara langsung akan sangat membantu bagi mereka.

3. Pada saat-saat tertentu, jangan secara kasar menunjuk kesalahan orang lain dan menegurnya di depan umum

Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang yang menegur dan menasehati dalam sepi artinya orang itu menyayangimu, sedangkan orang yang menasehatimu di keramaian artinya ia sedang mempermalukanmu. Jadi, jangan sembarang point out ke seseorang ya, sampaikan langsung saja secara personal. Kita tidak tahu apa yang akan dirasakan oleh orang itu jika kita memfokuskan perhatian pada dia di depan orang banyak.

4. Berbeda itu bukan masalah, hargai saja pendapat politik dan pandangan agama orang lain

Di beberapa situasi, berbeda itu sama sekali bukan masalah, kok. Justru dengan berbeda kita bisa saling bertukar pikiran dan opini dengan orang lain. Seperti kita yang punya hak untuk berpendapat, orang lain pun juga punya hak yang sama untuk mengutarakan apa yang ia yakini. Sebagaimana pelangi yang indah karena warnanya yang berbeda-beda, bersosial pun juga bisa jadi indah walau tetap ada perbedaan.

5. Walaupun menurutmu dia orang yang menarik, berlama-lama menatap orang asing di tempat umum itu bukanlah hal yang oke

Dalam drama mungkin tatapan kagum yang lama seolah membuat kita meleleh, namun di dunia nyata beberapa orang bisa merasa risih jika ditatap terus-menerus oleh orang asing. Semenarik atau bahkan seaneh apapun orang itu, menatapnya terus-menerus bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Bahkan beberapa tatapan tertentu bisa dianggap sebagai pelecehan, lho. Hati-hati, ya.