Erick Thohir Dinilai Hanya Fokus ke BUMN Besar

Erick Thohir Dinilai Hanya Fokus ke BUMN Besar

Erick Thohir Dinilai Hanya Fokus ke BUMN Besar

Erick Thohir Dinilai Hanya Fokus ke BUMN Besar, – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan gebrakan bersih-bersih pada perusahaan pelat merah. Di tahun ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk jadi target Erick setelah kasus penyelundupan Harley Davidson terungkap, termasuk kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kasus Garuda bahkan mendorong Erick untuk melihat ulang ratusan anak, cucu, dan cicit perusahaan BUMN, termasuk rangkap jabatan direktur dan komisaris di anak-cucu usaha mereka sendiri.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah mengatakan sebelum melanjutkan aksinya lebih jauh, Erick perlu membuat pemetaan menyeluruh tentang BUMN. Pasalnya, tidak semua perusahaan pelat merah yang berjumlah 142 memiliki kinerja bobrok.

Satu tahun sudah, Erick Thohir menjabat sebagai pucuk pimpinan di Kementerian BUMN. Pada 23 Oktober 2019, Erick dilantik sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Maju dalam pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo-Ma’ruf Amin.

Pada awal kepemimpinannya, Erick digadang-gadang akan melakukan banyak perubahan termasuk melakukan “bersih-bersih” di kalangan pejabat BUMN. Namun hal itu dinilai Direktur Eksekutif BUMN Institue Achmad Yunus belum cukup.

Dia menilai belum ada kinerja spesial dari Erick dalam mengelola BUMN. Dia mengatakan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan Erick tidak berdampak signifikan. “Seperti pergantian logo, menyeragamkan corporate value BUMN, mengganti direksi-direksi yang ‘orang-orang Bu Rini,” katanya kepada https://maxbetresmi.com/, Jumat.

Berikut PR yang harus segera diselesaikan Erick

Untuk itu, dia pun mengatakan Erick sebaiknya menyusun blue print yang jelas untuk kebijakannya di sisa masa jabatan ini. Dia pun mengimbau Erick menyelesaikan permasalahan BUMN yang terbengkalai. “Yang sudah tak bisa bayar gaji pegawai, terlilit utang sana-sini.”

Dia pun menilai Erick harus mempersiapkan BUMN agar sanggup bersaing, “karena pasca-omnibus law tambah berat persaingan BUMN sementara tidak diikuti dengan pemberian privilege dari pemerintah,” jelasnya.

Beberapa kebijakan Erick berikut menjadi sorotan

Dia juga menyayangkan selama satu tahun kepemimpinan Erick, masih banyak “orang-orang titipan politik” yang masih ditunjuk sebagai komisaris atau direksi di beberapa BUMN. Padahal, tema besar Erick adalah “bersih-bersih” BUMN.

Selain itu, dia menilai Erick hanya fokus untuk menata BUMN yang besar saja. “Yang sebenarnya sudah berjalan baik,” kata Yunus.

Justru BUMN lain yang butuh penanganan cepat dibiarkan begitu saja dengan berbagai kesulitan bunga pinjaman dan ketidakmampuan bersaing,” tambahnya. Dia menyebut sejumlah nama BUMN yang kondisinya kepayahan atau belum dikembangkan tapi belum mendapat perhatian Erick, misalnya Merpati, Iglas, PT Inti, dan Krakatau Steel.