Borobudur Kembangkan Budaya dan Religi

Borobudur Kembangkan Budaya dan Religi

Kementerian Pariwisata akan mengembangkan wisata budaya dan religi di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dengan adanya 2 wisata ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan di Candi Borobudur, sekaligus berkontribusi pada capaian kunjungan wisatawan secara nasional.

”Pengembangan wisata budaya adalah bagian dari upaya menggerakkan semua potensi yang ada demi mencapai target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019,” ujar Sekretaris Tim Kelompok Kerja Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Kawasan Borobudur Kementerian Pariwisata Wati Moerany.

Dari kedua wisata yang disediakan Candi Borobudur, Wisata budaya mendapatkan perhatian karena jenis wisata tersebut selama ini hanya berkontribusi mendatangkan sekitar 7 persen wisatawan dari total capaian jumlah wisatawan per tahun.

Kondisi itu sangat disayangkan karena kesenian, tradisi, dan Daftar Akun 918Kiss ritual yang ada di masyarakat pasti sangat banyak jumlah dan ragamnya. Wisata budaya yang dimaksud termasuk di dalamnya wisata religi.

Pengusaha dan pendiri Tidar Heritage Foundation, SD Darmono, mengatakan, di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya terdapat potensi wisata spiritual dan religi yang belum tergarap dengan baik.

”Padahal, wisata spiritual dapat mendatangkan jumlah wisatawan dalam jumlah besar secara kontinu. Misalnya, Lourdes yang kerap didatangi untuk wisata rohani umat Kristiani, atau Mekkah dan Madinah oleh umat Muslim untuk menunaikan ibadah haji atau umrah,” ujarnya.

Dilihat juga : Aliran Sesat di Indonesia Paling Berbahaya

Mobil hias membawa relik Buddha, tampak sejumlah Bhiksu dan Bhiksuni memercikkan air berkah kepada masyarakat yang menyaksikan kirab Waisak 2559 BE menuju Candi Borobudur.

Di wilayah Kabupaten Magelang, Darmono mengatakan, Candi Borobudur, misalnya, dapat digarap menjadi pusat peribadatan umat Buddha dunia. Terdapat pula tempat-tempat untuk ziarah atau wisata spiritual berbagai agama lainnya.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan, perlu dikembangkan berbagai jenis wisata turunan di kawasan Borobudur. Dengan demikian, setiap orang yang datang tidak sekadar berjalan-jalan ke candi dan setelah itu pulang.

”Perlu dikembangkan beraneka ragam wisata agar wisatawan berlama-lama tinggal di Magelang dan tidak buru-buru pergi ke Yogyakarta,” ujarnya.  Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 Maret 2017, di halaman 22 dengan judul “Dikembangkan Wisata Religi”.

Sumber : travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *