Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK

Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK

Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK

Bioskop Bakal Rekrut Pekerja yang Kena PHK, – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kembali mewanti-wanti dunia usaha agar menjadikan keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai pilihan terakhir dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19.

“PHK itu langkah pamungkas, langkah terpaksa ketika langkah lain tak mungkin lagi. Tapi kalau masih mungkin meniadakan lembur, mengurangi shift dan jam kerja, merumahkan bergilir dengan separo gaji, ya dicoba dululah langkah itu,” ujar Ida dalam keterangan tertulis, Rabu.

Selain itu, Ida mengimbau agar pengusaha nantinya mempekerjakan kembali para pekerja/buruh yang di-PHK dan dirumahkan akibat COVID-19 ini.

Pandemik COVID-19 telah menghantam seluruh sektor usaha, salah satunya bioskop yang sudah tutup sejak April 2020 saat PSBB DKI Jakarta pertama kali diterapkan. Hal itu pun berdampak pada tanaga kerja yang terpaksa harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan.

Kendati begitu, Ketua Gabungan Ketua Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafruddin menyatakan bahwa sejumlah karyawan bioskop yang telah di PHK dan dirumahkan akan direkrut kembali saat bioskop kembali buka.

“Iya itu nanti kita akan rekrut lagi, kayak cleaning service dan sebagainya,” kata dia kepada http://ratutogel.com/, Senin.

Proses dilakukan bertahap

Djonny mengatakan proses itu akan dilakukan secara bertahap. Artinya tidak semua pekerja yang di-PHK dan dirumahkan bakal langsung direkrut kembali. Dia mengatakan ada 40-50 persen karyawan yang akan direkrut tahap pertama. Meski begitu Djonny enggan menyebut berapa jumlah karyawan bioskop di Jakarta yang sudah di-PHK dan dirumahkan.

“Ya satu-satulah bertahap, misalnya dua bioskop dulu,” ujarnya.

Semua tergantung keputusan 14 Oktober

Namun, segala keputusan tentang perekrutan kembali para karyawan dan mantan karyawan itu, akan dipengaruhi kepastian tentang pengoperasian kembali bioskop “Kita tunggu buka dulu aja, ini aja bioskopnya belum buka,” ujarnya.

Kepastian kapan pembukaan kembali bioskop, menurutnya, baru akan diumumkan oleh pengusaha bioskop pada Rabu 14 Oktober 2020 mendatang. Hal ini karena para pengusaha bioskop.masih akan berdiskusi tentang syarat pembukaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan sangat berpengaruh pada sisi bisnis.

“Ini karena kapasitas (penonton bioskop) saja cuma 25 persen, bagaimana mau bayar orang,” tambahnya.

Bioskop rugi hingga triliunan rupiah

Sebelumnya, Agustus 2020 lalu Djonny mengatakan, hingga saat ini akibat pelarangan operasional tersebut pengusaha Bioskop merugi hingga miliaran rupiah. Namun dia enggan merinci secara detail berapa kerugian yang ditanggung oleh seluruh pengusahan bioskop di DKI Jakarta.

“Bioskop punya budgeting masing-masing, pasti besar CGV (kerugian), XXI apalagi,” katanya

Hingga kini, angka itu meningkat. Menurutnya, kerugian bioskop sudah mencapai triliunan rupiah akibat tidak dapat beroperasi.