Beberapa negara yang menjalin kerjasama bisnis dengan indonesia

Beberapa negara yang menjalin kerjasama bisnis dengan indonesia

Kerjasama bisnis indonesia dengan negara lain

Beberapa negara yang menjalin kerjasama bisnis dengan indonesia – Kerjasama indonesia dengan beberapa negara merupakan suatu kegiatan yang sangat menguntungkan bagi indonesia. Karena indonesis sendiri memiliki banyak hasil hasil alam atau hasil buatan indonesia yang bisa dijadikan sebagai bisnis.

Beberapa negara yang menjalin kerjasama bisnis dengan indonesia

Indonesia-Rusia

Kedutaan Besar Indonesia untuk Rusia kembali menggelar program Indonesia-Business Forum, digelar di Hotel Ritch Carlton, Moscow, Rusia, Kamis (1/8/2019). Dalam kesempatan tersebut dilakukan 13 penandatanganan kerja sama bisnis sejumlah perusahaan dari kedua negara.

Penandatanganan tersebut dari pihak Indonesia disaksikan oleh Kedubes RI untuk Indonesia, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Perwakilan dua gubernur tersebut sebagai wakil daerah dimana bisnis yang ditandatangani beroperasi.

Sri Sultan mengatakan, DI Yogyakarta memiliki potensi yang besar untuk bidang bisnis terutama pariwisata. Soal kebijakan di Yogyakarta, tidak banyak berubah, konsisten, karena kepala daerah buka produk pemilu. Sebab Kepala Derah, diusulkan oleh DPRD untuk ditetapkan kembali.

Indonesia – Perancis

KJRI Marseille menyelenggarakan pertemuan Indonesian business match making antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Prancis, khususnya wilayah Marseille dan sekitarnya tanggal 29 November 2018.

Kegiatan ini dihadiri  sekitar 30 pengusaha Marseille dan beberapa pengusaha Indonesia yang berada di Marseille.

Kegiatan ini dibuka oleh Konjen Asianto Sinambela yang menyampaikan secara umum perkembangan terkini  perekonomian makro Indonesia,  dimana Indonesia sebagai leading resources di kawasan Asia Tenggara, juga tentang perkembangan implementasi masyarakat ekonomi Asean, anggota G20, serta hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Prancis.

Sementara itu, perwakilan dari kantor Walikota Marseille, Mr. Didier Parakian, memaparkan tentang relasi Marseille dengan perusahaan dunia dan prospek ke depannya.

Dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari pengusaha  Indonesia, Bapak Deibel Effendi, CEO dari Indonesia Incorporated, yang mengutarakan latar belakang pembentukan indonesia incorporated, dukungan dari kemenkeu untuk meningkatkan ekspor indonesia, produksi kopi, dan rempah-rempah di Indonesia, serta ekspor ke negara lain.

Pengusaha Indonesia yang hadir dalam acara ini, meliputi pengusaha-pengusaha kayu, kopi, rempah-rempah, tas dari kulit reptil, batik dan lainnya.

Dalam sesi pembicaraan berikutnya, dengan format business to business contact, terlihat adanya ketertarikan dan antusiasme pengusaha Marseille untuk jajagi kerjasama pemasaran produk-produk komoditas pertanian Indonesia. Selain itu, juga ada tawaran kepada pengusaha Indonesia untuk  buka perusahaan (mis. mendirikan roasting house utk kopi Indonesia dan refinery of palm oil).

Pengusaha Indonesia telah berdiskusi dgn pejabat dari bea cukai dari prancis, mr bruno hamon re kelapa sawit.

Indonesia – Amerika

Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen untuk terus menjalin dan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross di Kantor Kemenko Perekonomian.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Airlangga mengatakan, pertemuan tersebut membahas investasi dan kerja sama antara Amerika dan Indonesia. Ia mengatakan, ada sejumlah perusahaan yang menyatakan keinginannya untuk melakukan kegiatan usaha di Indonesia.

Pihak pemerintah telah melakukan pembahasan teknis dengan delegasi bisnis Amerika Serikat yang ada di Indonesia. Kerja sama ini akan dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari penerbangan, kesehatan, dan sektor jasa lainnya.