69 Persen Warga Merasa Ekonominya Memburuk

69 Persen Warga Merasa Ekonominya Memburuk

69 Persen Warga Merasa Ekonominya Memburuk

69 Persen Warga Merasa Ekonominya Memburuk, – Situasi ekonomi di Indonesia di tengah pandemi Corona (COVID-19) disorot dan mendapat keluhan masyarakat. Mayoritas masyarakat di zona merah menilai ekonomi Indonesia memburuk. Hal ini dilihat dari hasil survei LSI Denny JA, ada 74,8 persen masyarakat menyebut ekonomi Indonesia jauh lebih buruk atau lebih buruk. Sementara yang menjawab ekonomi sama saja dan tidak ada bedanya itu hanya 22,4 persen.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei kepada 1.203 responden terkait persepsi publik. Salah satunya tentang kondisi ekonomi rumah tangga sekarang dibanding sebelum wabah COVID-19.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 8.000. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner dengan margin of eror +- 2,05 persen, waktu survei 8 hingga 15 Juni 2020.

“Mayoritas merasa ekonomi mereka memburuk, 74,8 persen menilai jauh lebih buruk atau lebih buruk. Yang menjawab sama saja tidak ada bedanya 22,4 persen, jauh lebih baik atau lebih baik 2,2 persen, tidak tahu atau tidak jawab 0,6 persen,” kata peneliti LSI, Ardian Sopa, Selasa.

Ekonomi memburuk itu paling dirasakan oleh kalangan yang memiliki penghasilan di bawah Rp 1,5 juta, dengan persentase 81,3 persen menyatakan ekonomi jauh lebih buruk atau lebih buruk. Sementara di tingkat pendidikan warga yang merasa ekonomi jauh lebih buruk itu paling banyak warga yang lulus SD atau di bawahnya 78,7 persen.

Kondisi ekonomi rumah tangga yang memburuk meningkat dibanding sebelum COVID-19

Hasil survei tersebut, meningkat dibandingkan kondisi pada awal pandemik COVID-19 yang penilaiannya hanya 38 persen.

Sementara itu, sebanyak 18 persen responden merasa tak ada perubahan terhadap kondisi ekonomi mereka. Sedangkan yang menganggap ekonominya lebih baik hanya 12 persen.

Survei SMRC dilakukan pada 1.203 responden

Survei SMRC dilakukan pada 29 Juli hingga1 Agustus 2020 melalui wawancara telepon kepada 1.203 responden yang terpilih secara random. Responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Sedangkan, margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Sampel hasil survei divalidasi dengan membandingkan komposisi demografi sampel dan populasi hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS). Demografi tersebut meliputi provinsi, gender, desa-kota, umur, etnis, dan agama.

Ekonomi nasional masyarakat dinilai semakin buruk

Terkait kondisi ekonomi nasional, 87 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen. Kemudian di triwulan II 2020 ekonomi Indonesia terkontraksi atau tumbuh minus 5,32 persen.