Saham-saham ini banyak ditadah asing saat IHSG terkoreksi di sesi I

Saham-saham ini banyak ditadah asing saat IHSG terkoreksi di sesi I –  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan di zona merah pada perdagangan siang ini. Mengutip data RTI, Selasa (9/3), IHSG turun 0,13% atau 8,27 poin ke level 6.240,16 pada perdagangan sesi I sumber katerinefrancisetsespeintres.com.

10 Saham Paling Diminati Investor Asing Saat IHSG Anjlok - Market Bisnis.com

Penurunan sektor perdagangan, barang-barang konsumsi, tambang, keuangan dan konStruksi membuat IHSG tertekan dalam. Sektor ini masing-masing turun 0,59%, 0,50%, 0,44%,0,41% dan 0,01%.

Sementara itu, sektor industri dasar, perkebunan, aneka industri dan manufaktur berada di zona hijau. Kenaikan sektor ini turut menahan penurunan IHSG lebih dalam.

Volume perdagangan di Bursa Saham Indonesia (BEI) siang ini mencapai 15,52 miliar saham dengan total nilai perdagangan Rp 6,79 triliun. Ada 231 saham yang turun, 207 saham yang menguat dan 168 saham yang flat.

Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 492,57 miliar di seluruh pasar. Kendati demikian, asing juga menadah saham-saham ini saat IHSG turun.

Asing paling banyak mengoleksi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 35,1 miliar. Saham BMRI menguat tipis 1,56% ke Rp 6.525 per saham di sesi I. Volume perdagangan saham BMRI mencapai 24,3 juta dengan nilai transaksi Rp 157,4 miliar.

Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga diburu asing Rp 18,5 miliar. Saham KLBF juga menguat tipis 0,32% ke Rp 1.560 per saham. Volume perdagangan saham KLBF mencapai 24,5 juta dengan nilai transaksi Rp 38,3 miliar.

Asing juGa menadah saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp 14,9 miliar. Saham MAPA juga menguat tipis 0,40% ke Rp 2.500 per saham. Volume perdagangan saham MAPA mencapai 6,1 juta dengan nilai transaksi Rp 15,2 miliar.