Pasokan Uang Tunai Bank BUMN

Pasokan Uang Tunai Bank BUMN

Pasokan Uang Tunai Bank BUMN Berkurang 24 Persen

Pasokan Uang Tunai Bank BUMN Berkurang 24 Persen – Dua dari empat bank BUMN mengurangi pasokan uang tunai jelang perayaan lebaran di tengah pandemi virus corona. Alasannya, mayoritas masyarakat banyak melakukan transaksi nontunai dan digital atau elektronik.

Solichin menyatakan ada 236 kantor cabang BRI yang ditugaskan untuk memberikan layanan terbatas bagi masyarakat dan penebusan setoran bahan bakar minyak (BBM) dan non-BBM dari PT Pertamina (Persero) dan Perum Bulog (Persero).

“Kemudian, ada 17 kantor Poker 77 Online yang melayani pick up services PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan 62 kantor BRI melayani pick up services PT Garuda Indonesia (Persero),” kata Solichin.

Kemudian, manajemen juga menyiapkan 18.667 mesin ATM dan mesin setor tarik tunai (mesin CRM) di berbagai wilayah di Indonesia. Manajemen akan melakukan pengecekan secara berkala untuk seluruh mesin tersebut.

Sementara, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Rully Setiawan bilang perseroan menyiapkan uang tunai sebesar Rp19,2 triliun selama ramadan dan lebaran tahun ini. Jumlah tersebut turun 24 persen dibandingkan 2019 lalu.

“Dari jumlah itu sebagian besar dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pengisian uang tunai di seluruh ATM Bank Mandiri sebesar Rp1,7 triliun per hari pada 4-25 Mei 2020,” kata Rully dalam keterangan resmi.

Menurutnya, jumlah itu sama seperti total kebutuhan masyarakat selama ramadan dan lebaran tahun lalu. Kemudian, Rully bilang perusahaan akan memastikan jaringan IT berjalan optimal untuk mengantisipasi kenaikan transaksi nasabah pada pembayaran elektronik.

Menurutnya, kebutuhan uang pecahan kecil relatif lebih sedikit pada tahun ini karena BI tidak menggelar kegiatan penukaran uang di tempat-tempat terbuka seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kebutuhan masyarakat selama ramadan dan lebaran

Pun demikian, ia mengatakan bank sentral tetap akan menjangkau masyarakat di 34 provinsi melalui kantor cabang. Jangkauan juga semakin luas berkat kerja sama dengan 3.742 kantor cabang bank di seluruh Indonesia, terdiri dari 344 kantor cabang di Jabodetabek dan 3.398 kantor cabang di luar Jabodetabek.

Hal ini mengikuti aturan pemerintah pusat dan daerah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan jaga jarak selama pandemi virus corona atau covid-19.

“Kami antisipasi kenaikan transaksi pada channel pembayaran seperti ATM, SMS banking, Mandiri Online, dan Mandiri Call agar tidak ada gangguan,” pungkas Rully.

“Sehingga, apabila terjadi kendala bisa segera diatasi secara cepat,” imbuh dia. Selain persiapan uang tunai, perusahaan juga memastikan operasional jaringan kantor dan e-channel beroperasi dengan baik.

Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai senilai Rp157,96 triliun untuk kebutuhan penukaran uang masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri atau lebaran tahun ini. Namun, uang tunai didominasi oleh pecahan besar, sementara jumlah pecahan kecil terbatas.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan jumlah uang pecahan besar, seperti Rp50 ribu dan Rp100 ribu mencapai Rp142,3 triliun atau 90,09 persen dari total uang yang disiapkan.

Sedangkan uang pecahan kecil mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu hanya sekitar Rp15,58 triliun atau 9,86 persen dari total uang tunai yang disiapkan.

BRI, salah satunya. Bank pelat merah nomor wahid ini hanya menyiapkan uang tunai sebesar Rp37,2 triliun selama ramadan sampai lebaran. Angka ini turun 22,82 persen dibandingkan momentum yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp48,2 triliun.

“Setiap tahun, memang tren kebutuhan uang kas menjelang lebaran semakin menurun karena masyarakat sudah mulai beralih ke transaksi digital,” ungkap Direktur Jaringan dan Layanan BRI A Solichin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *