OJK Terus Dorong Transformasi Digital Sektor Jasa Keuangan

  OJK Terus Dorong Transformasi Digital Sektor Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini mendukung industri perbankan untuk melakukan transformasi digital pada bisnisnya. Hal itu di sampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengingat potensi digital di Indonesia yang saat ini sangat besar.

Di lansir dari wightmethodists.org, “Potensi digital di Indonesia ini sangat besar. Pengguna internet saat ini cukup besar, yakni 67 persen dengan penetrasi pengguna smartphone sebesar 60 persen. Data Kominfo 2019, ada 196,7 juta atau 63,7 persen punya akses ke internet dan kita juga menjadi peringkat empat dalam hal jumlah penduduk terbanyak yang bertransaksi jual beli online di e-commerce,” kata Wimboh dalam Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2021, yang diselenggarakan Katadata Indonesia secara daring.

1. Meningkatnya aktivitas digital selama pandemik

Di kutip dari mamiya-usa.com, data lainnya yang berasal dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa ada kurang lebih ada 50 juta masyarakat berstatus kelas menengah atas dan 120 juta masyarakat kelas menengah harapan di Indonesia.

Hal itu di tambah dengan data dari OJK yang menyatakan, ada 83 juta penduduk yang masih tergolong unbankable.

Wimboh pun menyebutkan ini sebagai potensi yang sayang di lewatkan oleh sektor jasa keuangan jika mereka tidak cepat bertransformasi digital. Potensi itu semakin besar mengingat aktivitas digital yang di lakukan masyarakat selama pandemik COVID-19 tergolong cukup tinggi.

“Aktivitas digital mendominasi perekonomian kita, termasuk sektor keuangan. Berbagai layanan kegiatan ekonomi menggunakan digital banyak terjadi sehingga percepatan pola konsumsi dan pola kehidupan masyarakat berubah. Hal ini tercermin dengan kenaikan transaksi digital yang tumbuh 37,35 persen pada tahun 2020,” tutur Wimboh.

2. Transformasi digital sebagai game changer sektor jasa keuangan

Beliau menilai bahwa, transformasi digital yang di lakukan oleh sektor jasa keuangan dapat menjadi game changer bagi upayanya memberikan layanan ke masyarakat.

Transformasi digital membuat sektor jasa keuangan tersebut dapat meningkatkan akses kredit dan juga menjangkau pembiayaan di daerah-daerah, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

Bukan hanya kredit dan pembiayaan, servis lainnya yang bisa di berikan melalui transformasi digital meliputi transfer, tabungan, dan lainnya.

“Itu semua bisa di lakukan melalui platform digital. Semua persyaratan administrasi dan dokumentasi menjadi cepat dan murah pakai digital. Akses cepat, coverage lebih luas, dan anytime bisa kita lakukan tanpa batasan waktu dan ruang,” terang Wimboh.

3. Dukungan OJK

Menurut beliau, OJK mendorong para pemain di sektor jasa keuangan untuk bisa mengakselerasi transformasi digitalnya. Hal ini ada di karenakan mengingat momennya yang tepat saat ini lantaran di butuhkan banyak masyarakat.

OJK kemudian mengeluarkan regulasi guna memudahkan upaya sektor jasa keuangan, terutama perbankan bisa bertransformasi digital.

“Khusus untuk sektor perbankan, dalam rangka mendukung akselerasi digital, OJK telah menerbitkan dua regulasi, yaitu POJK Nomor 12/POJK.03/2018 tentang Penyelenggaran Layanan Digital oleh Bank Umum dan POJK 38/POJK.03/2016 tentang Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum,” ungkap Wimboh.

Beliau juga menambahkan, dua POJK tersebut menjadi dukungan guna mempercepat akselerasi transformasi digital sesuai dengan peta jalan pengembangan perbankan Indonesia 2020-2025.