Daftar Saham-saham yang Bisa Memburu selama Ramadan

Daftar Saham-saham yang Bisa Memburu selama Ramadan

Daftar Saham-saham yang Bisa Memburu selama Ramadan– Biasanya Ramadan untuk momen yang tunggu-tunggu, karena akan menguntungkan bagi beberapa sektor. Nah, pada bulan suci ini investasi harus tetap melakukan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik ke masa depan. Lalu kira-kira sektor dan saham apa ya yang akan menguntungkan m menjelang Ramadan.

Delapan tempat berburu takjil di Jakarta - ANTARA News

Sektor konsumer, telekomunikasi dan keuangan bakal cuan

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatan, pada Ramadan kali ini sektor konsumer akan menguntungkan, sebab masyarakat lebih banyak menambah stok makanan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama pandemik virus corona. Kemudian dia menyebut, telekomunikasi juga akan mendapat angin segar karena meski pemerintah melarang mudik, masyarakat tetap membutuhkan telepon seluler untuk melakukan komunikasi dengan para kerabat. “Jadi penggunaan data akan meningkat,” katanya kepada IDN Times. Nafan menambahkan, investor juga dapat melirik saham-saham di sektor keuangan. Sebab meski pemerintah telah memberlakukan PSBB, melarang mudik maupun mengeluarkan aturan lainnya terkait COVID-19 tetapi tak dipungkiri bahwa transaksi keuangan selalu terjadi.

Jangan lupa saham-saham yang bergerak di sektor makanan

Melansir dari http://bellasbreakfastlunch.com/  sementara Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai, saham di sektor unggas juga akan meraih berkah pada Ramadan kali ini. Nah menjelang Ramadan bisa jadi pilihan, dan untuk daerah yang masih tergolong zona aman atau bukan merah masih bisa berpotensi meningkatkan permintaannya, ujarnya kepada IDN Times. Sama halnya dengan William, dia juga meyakini sektor-sektor konsumer akan diuntungkan di bulan puasa lantaran makanan sangat diperlukan. Rekomendasi lainnya adalah saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Hindari sektor ritel dan manufaktur

Pada Ramadan kali ini, seluruh analis menyarankan hindari dulu sektor-sekor ritel. Meski pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya sektor tersebut cuan, namun adanya pandemik COVID-19 membuat sektor ini rugi banyak. Selain sudah beberapa menjalankan PHK, dan sekarang saya memperhatikan perubahan kebutuhan orang-orang lebih pada produk farmasi, bukan pada pakaian, ujar Wiliam. Sementara itu, Nafan juga menyarankan hindari saham-saham di sektor manufaktur. Sektor manufaktur mengalami kontraksi akibat wabah COVID-19. PMI manufaktur Indonesia saja berada di level 45, ucap Nafan.