Ambil Untung Saham Telkom

Ambil Untung Saham Telkom

Ambil Untung Saham Telkom

Ambil Untung Saham Telkom, – Saham PT Telkom(Persero) Tbk terpantau turun pada perdagangan sesi 1, Jumat. Saham Telkom berada di level Rp3.270 per saham, melemah 10 poin atau 0,30 persen.

Hingga jeda perdagangan, saham dengan kode TLKM ini telah diperdagangkan sebanyak 81,97 juta saham, yang menghasilkan nilai transaksi Rp269,97 miliar.

Dalam sepekan, saham Telkom sendiri mengalami tren kenaikan, sebesar 7,92 persen. Kenaikan paling tinggi terjadi pada Selasa, yakni 110 poin atau 3,56 persen ke posisi Rp3.200 per saham.

Sayang, hingga kini belum ada pihak yang mengkonfirmasi isu tersebut. Sosok Fajrin, lanjut Hans, dinilai positif oleh pelaku pasar.

Saham Telkom sudah tampak menguat sejak pembukaan perdagangan di posisi Rp3.300 dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp3.280 per saham. Namun, menjelang jeda perdagangan tepat pukul 10.55 JATS saham Telkom mulai terkoreksi hingga berada di posisi Rp3.270 per saham.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan koreksi tersebut merupakan aksi ambil untung (profit taking) dari pelaku pasar. Namun, besarannya terbilang tidak signifikan. Pasalnya, saham Telkom sudah menguat sejak awal pekan.

Menurut Hans, kenaikan saham perusahaan pelat merah itu tak lepas dari rumor penunjukan Presiden sekaligus salah satu Pendiri Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid sebagai kandidat kuat untuk menempati kursi direksi Telkom.”Kemarin sudah naik terus, jadi ada sedikit profit taking biasa, tidak terlalu signfikan,” ujarnya

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membocorkan bakal ada direktur baru di Telkom. Direktur baru itu usianya di bawah 40 tahun, atau dari kalangan milenial.

“Saya bocorkan mungkin, salah satu direksinya usianya di bawah 40 tahun,” kata Erick belum lama ini.

Siang ini, Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Dalam undangan kepada pemegang saham, terdapat enam agenda rapat salah satunya perubahan pengurus perseroan.

Adapun 5 hal pembahasan rapat pemegang saham antara lain :

Pertama, persetujuan atas laporan tahunan perseroan 2019, termasuk laporan tugas pengawasan dewan komisaris.

Kedua, pengesahan atas laporan keuangan perseroan dan laporan tahunan program kemitraan dan bina lingkungan 2019, serta pembebasan tanggung jawab anggota direksi dan dewan komisaris.

Ketiga, penetapan penggunaan laba bersih perseroan 2019. Keempat, penetapan remunerasi bagi anggota direksi dan dewan komisaris untuk 2019.

Kelima, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk memeriksa laporan keuangan perseroan 2020. Keenam, perubahan susunan pengurus perseroan.

Telkomsel dinilai akan lebih leluasa mencari pendanaan melalui pasar modal jika saham perusahaan tersebut sepenuhnya dikuasai oleh pihak Indonesia, yakni oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ( Telkom).

Sejauh ini kepemilikan saham Telkomsel adalah Telkom sebesar 65 persen dan Singapore Telecommunications ( Singtel) 35 persen.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo menuturkan Telkomsel akan bisa lebih cepat berkembang jika perusahaan tersebut melantai di bursa saham melalui IPO. Akan tetapi, saat ini aksi korporasi tersebut dinilai sulit karena keberadaan Singtel di Telkomsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *